Welcome to shinta's GUBUK :D ayo dibaca-baca

Jumat, 20 Mei 2011

Tips AGAR PACARAN ANDA LANGGENG DAN AWET SELALU

1. Selalu jujur
Bila ada sesuatu yang tidak kita sukai dari si doi,lebih baik berbicara saja secara terus terang.dan jujur. Kala perlu bicarakan saja saat kita san si doi sedang berdua-duaan.Tidak apa-apa,sedikit menyakitkan tapi akan enak di belakangan hari. Misalnya kita nggak suka melihat kalau doi terlalu baik,mau mengantar pulang temen-temen ceweknya. Ya boleh lah kita berterus terang. Aku yakin pasti doi gak akan arah karena kita udah berusaha jujur. Daripada saling sindir atau malah kalian pada berantem.

2. Be Yourself
Jadi diri kamu sendiri,itu paling baik. Nggak perlu buat ngerubah image kamu di mata doi. Misalnya kamu punya gaya rambut yang lumayan lah. Lumayan karena si doi aja udah seneng liat kamu. Tapi kamu ubah gaya rambut kamu jadi gaya ini,gaya itu,gaya apa sajalah karena tren. Ini bisa jadi bikin si doi bingung dan belum tentu suka sama gaya rambut barumu. Mendingan kamu biarin aja gaya rambutmu jika kamu senang doi senang daripada ikut-ikutan tren tapi kamu ma doi belum tentu seneng. Iya kan ??

3. Tulus
Bila kamu mencintai,berilah cinta yang tulus. Jangan berharap doi akan membalas dengan kadar cinta yan sama. Yang penting kamu tulus dulu !! Bila kamu udah nolongin dia,ya sudah jangan kamu ungkit-ungkit kembali.

4. Terbuka
Nggak perlu bohong soal temen-temen kamu. Kayak tips yang pertama,yang penting kamu terbuka aja,selama ini kita deket sama siapa aja dan biasa ngabisin waktu dimana. Selain doi jadi gak khawatir,kamu juga enak. Nggak perlu sembunyi-sembunyi. Ah...emangnya petak umpet pake sembunyi-sembunyi segala?? Hehehe....

5. Kata "Maaf"
Maaf memang ada batasnya. Tapi,gak ada salahnya kan selalu kamu siapkan kata maaf. Namanya juga manusia. Manusia man yang luput dari dosa. Orang Nabi aja pernah melakukan kesalahan.

6. Nggak Posesif dan Hargai Privasi
Nggak perlu posesif sama doi. Kamu selalu mantau dia ada dimana,pergi sama siapa,lagi ngapain aja... Lama-lama si doi juga gerah kan?? Kalo soal hargai privasi,biarpun kita terbuka sama si doi,gak semua hal bisa dibicarakan berdua. Hargai juga privasi dia. Baru kalo si doi terbuka sama kamu,baru deh kamu omongin.

7. Deket sama keluarga doi
Pacaran dengan doi berarti kamu wajib deketin keluarganya juga lho!! Biar keluarganya doi juga tahu siapa kamu itu sebenarnya. Terus,jika ortu si doi khawatir mereka bisa komunukasi sama kamu. Jadi ortunya udah pasti seneng ma kamu !!

Senin, 16 Mei 2011

tips menjadi pasangan yang lebih baik :)



1. Realistislah terhadap satu sama lain.
Janganlah mencoba untuk mengubah pasangan Agan menjadi seseorang yang agan inginkan. Marilah hadapi kenyataan. Janganlah harapkan pasangan kita jadi Pamela Anderson ataupun Brad Pitt! Cintai pasangan apa adanya. Ada sesuatu yang lebih yang dimiliki oleh pasangan kita yang tak dimiliki oleh siapapun di dunia ini!


2. Selalu bicara secara terbuka namun tetap dengan respek
Bagi pria ini bukanlah suatu hal yang mudah mengingat pria lebih suka diam ketika memecahkan masalah. Namun wanita sungguh berbeda. Janganlah membuat asumsi sendiri mengenai perasaan pasangan Agan. Belajarlah untuk mengekspresikan perasaan kita dengan tepat sehingga pasangan kita menjadi makin mudah memahami ketika agan marah, terluka, tersinggung ataupun bahagia. This works with the girls. Jika agan berhenti berkomunikasi dari hati ke hati itulah awal dari sebuah perpisahan.


3. Lakukan sesuatu yang menarik secara bersama-sama
Carilah sesuatu yang bisa agan lakukan bersama-sama. Agan bisa melakukan olahraga favorit bersama-sama. Ataupun melakukan suatu hobi yang kalian berdua sama-sama senang. Nikmati ketika melakukan hal itu. Bisa jadi agan berdua cukup menonton DVD di ruang keluarga! Atau mungkin jalan bergandengan tangan di mall. Berhati-hatilah jika agan lebih suka menghabiskan lebih banyak waktu dengan sahabat agan daripada dengan pasangan agan. Itu sebuah tanda yang kurang baik.


4. Jangan terlalu perfeksionis
Belajarlah untuk menerima apa yang dilakukan oleh pasangan kita walaupun itu hanyalah separo dari yang agan ingin dia lakukan. Seringkali kita menuntut pasangan kita untuk selalu memencet pasta gigi dari bagian paling bawah. Ketika ia memencetnya dari manapun, “Yang penting kan keluar pasta giginya!” demikian pendapatnya, cobalah untuk memakluminya. Dalam sebuah relasi ada beberapa hal dimana kita harus bisa saling bisa memberi dan menerima.


5. Saling menghargai dan menghormati satu sama lain.
Janganlah membuat lelucon tentang rambut atau kulit pasangan agan di depan orang lain atau anak-anak. Meskipun maksudnya murni hanya bercanda tetapi pikiran bawah sadarnya bisa menangkap maksud yang berbeda. Hal ini bisa jadi menggerogoti rasa percaya dirinya. Mencintai adalah menghargai perasaan satu sama lain dan menjadi peka terhadap perasaan pasangan kita.


6. Kuburlah masa lalu.
Berhentilah mengungkit-ungkit masa lalu yang negatif. Tak ada seorang pun yang ingin diingatkan tentang segala sesuatu yang membuatnya merasa malu. Apapun yang sudah terjadi telah selesai

Senin, 02 Mei 2011

Berhentilah Jadi Gelas…


Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.”Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?” sang Guru bertanya.
“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,” jawab sang murid muda.
Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah ke mari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.
Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.
“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kataSang Guru. “Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.”
Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air masin.
“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.
“Masin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masihmeringis.
Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis kemasinan.
“Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka.
“Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.”
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Dia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.
“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau. Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya.
Sang Guru bertanya kepadanya, “Bagaimana rasanya?”
“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan belakang tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.
“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”
“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air danmeminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya,membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.
“Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas daripada penderitaan dan masalah.”
Si murid terdiam, mendengarkan.
“Tapi Nak, rasa `asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya ‘qalbu’(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau.”

sang juara :)(


Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.http://safruddin.files.wordpress.com/2007/07/success.jpgAda seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.
Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab,mobil itu buatan tangannya sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 “pembalap” kecilnya.Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.
Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum  lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, “Ya, aku siap!”.
Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. “Ayo..ayo…cepat..cepat, maju..maju”, begitu teriak mereka. Ahha…sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. “Terima kasih.”
Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. “Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?”. Mark terdiam. “Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan” kata Mark.
Ia lalu melanjutkan, “Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. “Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah.” Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.
***********************************************************
Renungan :
Anak-anak tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding  kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.
Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan utuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya?
Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang shaleh. (adapted from irfan-seeds)

Hidup Jauh Dari Orangtua, Kenapa Tidak?

Ilmu itu nomor 1! Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menuntut ilmu. Kata-kata ini sering kita dengar dari guru, orangtua, atau orang-orang di sekitar kita. Tapi, pernahkah kamu merasakan suatu keadaan di mana kamu harus tetap menuntut ilmu walaupun jauh dari orang tua. Mungkin kalau di kalangan mahasiswa itu sudah biasa. Tapi, bagaimana jika di kalangan pelajar ? Mungkin ini masih menjadi suatu keadaan yang tidak diinginkan.
    

Jauh dari orang tua, tinggal sendiri, nyuci sendiri, serba sendiri lah pokoknya. Berat, bukan? Tapi sadarkah kamu bahwa ada beberapa di antara teman sekolahmu yang sudah menjalaninya, termasuk saya sendiri. Memang pada awalnya berat, tapi lama-kelamaan menjadi ringan dan bahkan sudah menjadi kebiasaan.
    
Dalam hal ini, menjadi pribadi yang disiplin dan bisa mengendalikan diri adalah kuncinya. Mengapa? Yang pertama tentang disiplin. Kita harus bisa disiplin terhadap waktu. Selain harus disiplin, bangun pagi, tentunya harus disiplin dalam membagi waktu. Harus pandai membagi waktu antara belajar, bermain, dan istirahat. Semuanya harus seimbang. Jangan mentang-mentang tak ada yang mengawasi, kita seenaknya saja bermain terus menerus. Inilah yang harus di perhatikan.
    
Yang kedua tentang mengendalikan diri. Jauh dari orangtua tentu tidak ada yang mengawasi apa yang kita lakukan. Jangan sampai keadaan ini membawa kita terjerumus ke dalam hal yang buruk. Jangan cepat terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Harus pandai mengendalikan diri dan membedakan mana yang baik dan yang buruk bagi diri kita.
    
Nah, yang terakhir tentang bagaimana kita mengobati rasa kangen dengan orangtua dan keluarga. Kalau soal yang satu ini mungkin tidak terlalu menjadi masalah karena sekarang sudah banyak sarana untuk mengatasi masalah ini, contohnya dengan telepon, SMS, atau bahkan dari situs jejaring sosial. Jadi, sekali lagi kuncinya yaitu disiplin dan pandai mengendalikan diri. Hidup jauh dari orangtua demi pendidikan yang lebih baik? Kenapa tidak ! (*)
 

LDR ? why not !


Gak semua orang bisa menjalankan hubungan jarak jauh.. tapi ya inilah yang aku alami. Banyak perubahan-perubahan yang aku alami.
Bagi orang yang belum pernah mengalami LDR, pasti bakal sulit untuk menjalankan hubungan ini.. tapi balik lagi ke pribadi orang tersebut dan juga pribadi pasangannya.
Bagi aku dan cowok aku, toh menjalankan LDR ini suatu tantangan buat kita,karna LDR , banyak orang yang menganggap remeh ( underestimate) hubungan ini gak bakal work out..
termasuk orang terdekat kita. Kadang ngebuat aku down sih, tapi untungnya aku ketemu cowok yang slalu ngasih aku semangat, spirit, support… itulah kuncinya.
Selain kepercayaan satu sama lain dalam menjalankan hubungan, saling memberikan support itu penting banget, dimana saat rasanya enggak ada orang yang percaya akan hubungan ini..pasangan kita yang memberikan semangat..bahwa..yang menjalankan hubungan ini adalah kita.. kita yang merasakan, kita yang menjalani, kita yang masing-masing udah tau pribadi pasangan kita…
Butuh ikatan komitmen yang kuat diantara aku dan pasangan karna gak mudah menjalani LDR.
berntem karena misscomunication ? sering banget deeh , tapi yaa gitu paling lama juga sehari :D HAHA
dasar LDR sih kepercayaan , setia dan sabar tentunyaa  LDR ibaratkan games , jika kita bisa meewatinya kita akan berada pada top level. semoga dengan kesetian dan kesabaran aku menunggunya semua akan indah.
i love you ;0

Minggu, 01 Mei 2011

i Love you

cinta bagaikan air laut yang mengisi sebagian isi bumi…
memberi banyak kehidupan..
membuat orang ingin tahu..
dan tiap orang pasti mengalami cinta..

cinta itu keikhlasan..
cinta itu kemauan..
cinta itu saling mengerti..
cinta itu indah jika kita bisa menempatkannya pada tempat terbaik dalam hati..

jadikan cinta itu indah dihatimu..
karena cinta bisa seindah yang kau mau
“geovani orlando , aku mencintaimu”
Dalam segala kurang dan lebihmu
Dalam pintaku pada-NYA terselip namamu yang selalu kurindu
i Love you :*